Beranda Acara Drama Musikal Bandung Broadway 2018 Hidupkan Kembali Panggung Pertunjukan De Majestic

Drama Musikal Bandung Broadway 2018 Hidupkan Kembali Panggung Pertunjukan De Majestic

460
Salah Stau Adegan dalam Drama Musikal Bandung Broadway 2018 yang Ditampilkan Minggu (28/9).

Sejak pertama kali didirikan pada tahun 1930, De Majestic atau dulu bernama Concordia sudah dipergunakan sebagai tempat hiburan dan panggung pertunjukan. Bahkan, film pertama yang berlatarkan tempat di Indonesia yakni ‘Loetoeng Kasaroeng’ pun ditayangkan di sini. Setelah puluhan tahun berselang, gedung ini pun telah beberapa kali berganti nama dan fungsi, hingga sempat terbengkalai. Untuk kembali menghidupkan panggung pertunjukan di tempat ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwiasata Kota Bandung mencoba mengadakan sebuah pagelaran drama musikal yang menjadi salah satu rangkaian acara dari Bandung Broadway 2018.

Baca juga: Menyaksikan Pagelaran Seni Budaya Sunda di De Majestic Bandung

Baca juga: De Majestic Bandung Kembali Tayangkan Film-Film Lokal Indonesia

Sebelum beranjak ke drama musikal yang diselenggarakan pada Minggu (23/9), agenda acara Bandung Broadway 2018 diawali dengan pagelaran fashion show yang digelar di Jalan Braga Pendek pada hari sebelumnya. Acara tersebut bertujuan untuk membangkitkan citra kota berjuluk Parijs van Java ini sebagai kota fashion. Dua kegiatan tersebut dapat langsung disaksikan oleh warga ataupun wisatawan yang sedang berkunjung ke Bandung secara gratis.

Baca juga: Bandung Broadway 2018 Sulap Jalan Braga Menjadi Arena Fashion Show yang Memukau

Suasana Bangku Penonton yang Menyaksikan Drama Musikal Bandung Broadway.

Sesuai dengan nama yang diusungnya, drama musikal Bandung Broadway 2018 menghadirkan suasana ala Broadway. Tarian, musik, serta pakaian para performers pun dibuat ala pertunjukan Broadway Theatre di Manhattan.

Tarian, musik, pakaian, serta latar tempat yang digunakan dalam Bandung Broadway 2018 dibuat menyerupai gaya Broadway Theatre di Manhattan.

Di awal pertunjukan, setelah lampu dimatikan, beberapa orang berdandan pelayan membagikan gelas-gelas pesta kepada seluruh penonton yang disusul dengan masuknya kerumunan orang ke dalam ruangan. Bak sebuah pesta sungguhan, kerumunan tersebut kemudian saling berbincang dengan berbagai cemilan dan minuman di tangannya. Gong pertunjukan dimulai dengan tiga orang performers yang mulai menari dan bernyanyi di panggung. Hal inilah yang lalu memberikan kesan kuat ala Broadway  dalam pertunjukan ini. Selain itu, poin plus lainnya terletak pada sisi lighting yang dikemas sangat apik ditambah dengan dukungan layar lebar yang menyajikan latar tempat yang berganti-ganti.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here