Beranda Bandung Kota Santap Sore di Travello: Menerawang Alam Menikmati Cita Rasa

Santap Sore di Travello: Menerawang Alam Menikmati Cita Rasa

2058

Hujan di Kota Bandung membuka musim penghujan yang telah jauh bergeser. Beberapa tempat diguyuri hujan lokal yang cukup deras namun singkat. Siang itu kami sudah sampai di Travello Hotel Bandung yang terletak di lekuk Jalan Setiabudhi yang sedikit lengang. Biasanya jalan ini padat di akhir pekan, penuh dengan mereka yang memburu hawa sejuk di dataran tinggi Lembang yang semakin berdandan. Travello yang berbintang 4 (empat) hanya terpisah 30 menit dari Lembang, sehingga tak salah bila memilih tempat ini untuk pertimbangan kemudahan pencapaian ke tengah kota dan juga ke tepian kawasan pegunungan yang menyegarkan.

Pekerjaan kami sudah rampung saat kami melipir ke restoran Travello yang merentang tepat di tepi belakang bangunan, menerawang bebas ke arah jajaran gunung-gunung yang memagari kawasan Bandung di utara. Secangkir kopi dihidangkan di hadapan kami untuk menemani seraya menghela nafas dan meluruskan kaki hingga tak terasa sore menjelang.

Hujan yang rintik membawa tabir halus sehingga indah saat mentari sore menembus rintik-rintiknya. Walau tak muncul dalam wujud pelangi, warna-warni yang kami nantikan setidaknya muncul dalam kepingan kue hidangan Travello yang diolah tangan terampil hotel ini. Manis seperti pelangi yang dinanti.

Suara gemericik air hujan tak begitu jelas terdengar karena kami duduk di tepi kolam renang yang menghadirkan air terjun di salah satu ujungnya. Biru airnya seperti memberikan sensasi berada di atas dek kapal pinisi yang merapat di perairan biru di kepulauan Flores atau semacamnya. Pandangan begitu nyaman di mata. Hijau di kejauhan dan biru di hadapan mata.

Beberapa tamu terlihat cukup puas dengan santapan sore mereka. Setelah mereka kembali ke ruang pertemuan beberapa lantai di atas kami, akhirnya kami merasakan desakan lapar yang tergugah dari kepuasan tamu tadi. Kami melihat satu piring panjang yang sepertinya memberikan banyak komentar baik dari wajah yang menyimpul senyum. Kami pun memesannya. Ternyata itu nasi goreng rempah Travello.

Kami memesan tiga piring, dua untuk kami dan satu untuk rekan kami yang sedang menikmati pijatan singkat di Amani Spa di lantai skylounge. Kami panggil rekan kami melalui cellphone yang sebelumnya sempat ia gunakan untuk mengirim pemandangan ruangan spa tempat ia melemaskan ketegangan raga setelah 3 hari bekerja di lapangan. Ia tak kunjung membalas panggilan.

Tak lama, Saya pun pergi menjemputnya. Beberapa tamu dari Jakarta masih terbahak-bahak di luar ruang meeting. Ada 4 ruang meeting yang Saya lalui karena ingin melihat lantai demi lantai hotel ini. Nampaknya para tamu berasal dari beberapa kementerian yang dapat Saya lihat dari LED TV yang terpajang canggih di luar ruang meeting yang benderang.

Akhirnya kami turun bareng ke restaurant melalui elevator yang harum bersahabat. Kedatangan kami berbarengan dengan datangnya nasi goreng rempah yang kami pesan.

Dari penampilannya saja, kami sudah tercengang. Nasi goreng tak selalu ditampilkan standard. Tidak di Travello.

Food styling untuk nasi goreng ini seperti 5 tingkat di atas nasi goreng lainnya. Dua tusuk sate dan ayam gorengnya nampak renyah tapi empuk di dalamnya. Betul sekali. Memang renyah kulitnya dan dagingnya berbanding selembut sate yang tak akan lama kami habiskan.

Nasi goreng ini membawa rasa khas. Ada kecombrang atau orang Sunda menyebutnya honje yang mengacak-acak lidah kami. Rasa kecombrang sangatlah istimewa. Berbagai tempat di Asia menggunakan kecombrang sebagai bahan utama dan lalapan dalam hidangan. Bila suka laksa Melayu atau Thailand, rasa itu menyelinap nakal di lidah kita. Sambil hujan turun, sore di depan meja makan itu seperti pesta air di Thailand yang terjadi dalam mulut kami apalagi dengan sambal dadak yang disimpan dalam gelas kecil. Kerupuk ikannya melengkapi tetabuhan dalam tiap suapan.

Mungkin kami akan datang sengaja suatu saat hanya untuk kembali menikmati asyiknya bersantap di Travello. Bukan karena makanannya saja, tapi juga karena waitress dan waiter-nya yang ramah serta gaya desain interiornya yang cocok untuk selfie atau grouppie bersama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here