Beranda Acara Pasar Komik Bandung: Arenanya Komikus Nusantara

Pasar Komik Bandung: Arenanya Komikus Nusantara

Komik, sebuah ilustrasi gambar berpetak-petak yang dibuat untuk menceritakan satu kisah. Dibanding dengan tahun 80-an, komik sudah sangat jauh berkembang di Indonesia baik dari segi kuantitas judul yang beredar maupun studi yang mempelajari teknik pembuatannya. Di Indonesia sendiri, memang buku komik dari Jepang menjadi raja dibanding dengan buku komik dari Eropa, Amerika ataupun buatan Indonesia sendiri. Namun justru karena budaya komik yang dibawa Jepang secara masif tersebut, komik menjadi sangat digandrungi di Indonesia.

Tingginya minat masyarakat terhadap komik ditangkap dengan baik oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat itu yang menginisiasi terbentuknya Forum Komik Bandung yang kemudian melahirkan gelaran akbar Pasar komik Bandung. Pasar Komik Bandung merupakan acara rutin tahunan yang ditujukan bagi para pegiat komik tanah air, baik komikus maupun pembaca buku komik. Event yang sudah diselenggarakan untuk ke-5 kalinya pada tahun 2016 ini menjadi ajang bagi para komikus bangsa menunjukkan hasil karyanya dalam membuat komik, karena tak sedikit ternyata jumlah komikus berbakat yang talentanya belum diketahui masyarakat.

Imansyah Lubis, Administrator dari Forum Komik Bandung mengatakan bahwa Pasar Komik Bandung ini hadir di masyarakat untuk memfasilitasi para pegiat komik di Bandung untuk memiliki hajatan sendiri, karena sebelumnya tidak pernah ada suatu event khusus yang mengangkat komik sebagai tema utama. Sebelum adanya Pasar Komik Bandung ini para komikus hanya nebeng di acara toys atau games sebagai sub-content event tersebut. Namun, walaupun acara ini bertajuk Pasar Komik Bandung, tak sedikit para komikus yang berasal dari luar kota hadir untuk memeriahkan acara tersebut.

Pasar Komik Bandung ke-5 ini kembali diselenggarakan di Braga City Walk pada 7-8 Mei 2016 dengan memperhitungkan kesuksesan dalam menarik massa yang dapat hadir di tahun-tahun sebelumnya. Lokasi yang mudah dijangkau serta daerah Jalan Braga yang sering dikunjungi wisatawan menjadi pertimbangan khusus pemilihan venue event tersebut.

_MG_1503s

Wahid, seorang mahasiswa Desain Komunikasi Visual UNIKOM Bandung sengaja datang ke Braga City Walk untuk menghadiri Pasar Komik Bandung mengaku sangat berminat ketika melihat publikasi event tersebut di dunia maya. Wahid menyempatkan hadir bersama ketiga temannya di Pasar Komik Bandung, selain karena berhubungan dengan jurusan yang diambilnya di perkuliahan, ia pun memang menyenangi buku-buku komik.

Dari berbagai stand yang hadir di Pasar Komik Bandung, bisa dibilang event ini memiliki konten yang sangat padat dan beragam untuk ditonjolkan. Berbagai guratan unik khas yang ditorehkan para komikus di setiap bukunya tentu saja menjadi salah satu daya tarik pengunjung untuk mengelilingi semua stand yang berada di lantai GF Braga City Walk Bandung. Selain daripada itu komik-komik hasil karya komikus tersebut dapat dibeli langsung dengan harga terjangkau, tak lupa berbagai macam merchandise yang hadir bisa dibawa pulang sebagai kenang-kenangan. Tak hanya itu, pengunjung Pasar Komik Bandung pun bisa dibuatkan karikatur atau sketsanya secara cepat oleh para komikus.

Di satu sudut area Pasar Komik Bandung terdapat pula hasil gambar dan pewarnaan komikus yang dipajang secara khusus dengan stand dan frame. Salah satu gambar yang cukup menarik perhatian saya adalah gambar dari Gundala Putra Petir dan Gatot Kaca, dua pahlawan super yang mungkin tak banyak diketahui generasi muda saat ini yang kalah pamor dari Captain America serta Iron Man. Selain kedua nama di atas, banyak pula komikus lain yang mengangkat berbagai kearifan lokal melalui versinya masing-masing, sebut saja Jaka Sembung dan Si Buta dari Gua Hantu.

_MG_1605s

Billy dan Diaz yang tergabung dalam sebuah group komikus “Hellmate Circles” merupakan komikus yang membuat komik berdasarkan kearifan lokal di Indonesia. Salah satu komik yang dibuat Billy yang berjudul Kuliner Ekstrim Nusantara adalah bukti bagaimana ia ingin mengangkat satu kisah sekaligus informasi mengenai Kuliner Indonesia. Billy juga bercerita bahwa membuat komik itu kadang bisa cepat pengerjaannya, kadang juga bisa lambat, tergantung ide yang muncul serta type komik yang dibuat. “Kalau komik strip berseri bisa menghabiskan waktu sampai setahun lamanya, karena harus membuat ceritanya bisa berlanjut dengan panjang, tapi kalau komik yang langsung tamat sih bisa dibuat 2 minggu sampai 1 bulan tergantung ide yang muncul”, tutur Billy.

Hellmate Circles merupakan satu dari puluhan grup komikus yang hadir di Pasar Komik Bandung yang rutin mengikuti berbagai gelaran event serupa di berbagai kota, sebut saja Jakarta dan Yogyakarta. Tak hanya para komikus yang baru memulai kegiatan membuat komiknya baru-baru ini, komikus senior Muhammad Misrad yang akrab dipanggil mice pun hadir di gelaran Pasar Komik Bandung, karya-karya Mice sudah dapat dinikmati di berbagai toko buku serta surat kabar.

Tujuan dari kehadiran berbagai macam event festival komik ini tentu saja ingin agar buah tangan para komikus bisa diapresiasi oleh masyarakat, selain karena memang beberapa komikus ini menjadikan komik sebagai mata pencaharian mereka. Banyaknya order commission art yang dapat mereka raih menjadi pengharapan mereka dengan mulai digunakannya jasa ilustrasi atau komik dalam berbagai kebutuhan promosi sekarang ini.

_MG_1533s

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here