Beranda Akomodasi Ini Dia 13 Hotel di Bandung yang Memiliki Nilai Sejarah

Ini Dia 13 Hotel di Bandung yang Memiliki Nilai Sejarah

1148
Hotel Preanger - YourBandung

Walau sudah cukup lama terlepas dari jeratan kekuasaan Kolonial Belanda, jejak-jejak sejarahnya masih dapat terlihat dalam bentuk bangunan bergaya Eropa yang masih bisa ditemukan di hampir seluruh penjuru Indonesia, tak terkecuali di Bandung. Beberapa di antaranya pun cukup mudah dijumpai, karena berada di kawasan pusat kota.

1. Prama Grand Preanger

Hotel yang dulunya bernama Hotel Preanger ini memiliki sejarah yang sangat istimewa. Pada saat masa perancangan desain bangunannya yang seperti sekarang ini, Bung Karno sang presiden pertama Republik Indonesia yang menjadi juru gambar rancangannya. Saat itu ia bertindak sebagai asisten dari arsitek C.P. Wolff Schoemaker. Sampai sekarang hotel ini masih mempertahankan desainnya yang bergaya art deco.

Baca juga:Anda Layak Mendapatkan Suite di Prama Grand Preanger Bandung

Bidakara Grand Savoy Homann

2. Hotel Bidakara Grand Savoy Homann

Selain Hotel Preanger, di Jl. Asia Afrika terdapat pula Hotel Savoy Homann yang rancangannya bergaya streamline art deco. Desainnya ini disebut juga sebagai kembaran bangunan gedung ex Bank DENIS yang berada di perempatan Jl. Braga-Jl. Naripan. Di hotel inilah aktor legendaris Hollwood Charlie Chaplin pernah bermalam. Hotel Bidakara Grand Savoy Homann ini juga memiliki 3 kamar bertipe Presidential Suite yang pernah ditempati oleh Bung Karno, Pandit Jawaharlal Nehru, dan Zhou Enlai.

3. Gino Feruci Kebon Jati

Sebelum menjadi Hotel Gino Feruci seperti sekarang ini, hotel ini bernama Hotel Surabaya. Dan sebelumnya lagi, merupakan tempat tinggal keluarga dari pedagang pasar baru. Sebuah Menara dengan kaca mengelilingi ruangannya menjadi ciri khas bangunan ini.

4. Ibis Styles Braga

Hotel Ibis Styles Braga ini menempati bangunan hotel yang sebelumnya digunakan oleh Hotel Wilhelmina. Namun ada bangunan tambahan yang kemudian dibangun di belakang bangunan lamanya. Lokasi Ibis Styles Braga ini berada tepat di depan bangunan Bioskop Majestic.

Sky Lounge

5. El Royale

Hotel ini baru saja berganti nama pada tahun 2017 lalu, dari Grand Royal Panghegar menjadi El Royale. Dan sebelumnya lagi, hotel ini bernama Pension Van Hengel yang dimiliki oleh seorang wanita asal Italia. Pension Van Hengel berganti nama menjadi Panghegar sejak dibeli oleh karyawannya sendiri yakni H.E.K Ruchiyat. Kini bentuk bangunannya sudah banyak berubah dari pertama kali didirikan ataupun saat dibangun ulang oleh H.E.K Ruchiyat. Namun ciri khas dari bangunan ini yang berupa sebuah ruangan restoran yang dapat berputar masih dapat terlihat di bagian selatannya.

6. Hotel Naripan

Hotel Naripan ini dulunya bernama Hotel Schomper yang dimiliki oleh seorang Belanda bernama Pans Schomper. Selain Hotel Naripan, keluarga Pans Schomper ini juga mengelola Hotel Du Pavilion.

7. Hotel Wisma GKPRI Lengkong

Hotel ini letaknya tak jauh dari kawasan Alun-Alun Bandung. Tepatnya berada di persimpangan Jl. Lengkong dan Jl. Dalem Kaum. Bangunannya sendiri tak terlalu besar, sehingga biaya penginapan di sini tak begitu mahal. Sedangkan GKPRI pada nama hotel merupakan singkatan dari Gabungan Koperasi Pegawai Republik Indonesia.

8. Hotel Bumi Asih

Saat pertama kali dibangun pada tahun 1945, namanya adalah Pension Benvenuto. Letaknya berada di Jl. Cilamaya No.1, tak begitu jauh dari kawasan wisata Factory Outlet Jl. Riau Bandung.

Malaka Hotel Bandung

9. Malaka Hotel

Sebenarnya tempat berdirinya Malaka Hotel saat ini sebelumnya bukan merupakan sebuah hotel ataupun penginapan, namun sebuah toko roti yang bernama Valkenet. Untuk melestarikan nama tersebut, nama Valkenet dijadikan nama café oleh pihak Malaka Hotel. Jejak sejarah lainnya yang dapat dilihat di sini adalah sebuah bangunan aula yang dikelilingi kaca, yang bagian atapnya masih menggunakan bentuk lama dari Toko Roti Valkenet.

Lihat juga: Malaka Hotel Bandung, Kenyamanan Maksimal dengan Budget Minimal

10. Hotel Santika

Hotel Santika ini dulu pun merupakan sebuah hotel bernama Pension Soeti. Lokasi hotel ini berada di Jl. Sumatra No.54 Bandung.

11. Bumi Sawunggaling

Hotel yang berada di Jl. Sawunggaling ini ditinggali oleh Belanda yang juga merupakan instruktur di Technische Hogeschool te Bandoeng (sekarang ITB). Bentuk arsitekturnya sendiri masih bertahan sampai saat ini.

12. Royal Palace

Hotel ini tak begitu jauh lokasinya dari Jl. Braga, tepatnya berada di persimpangan Jl. Tamblong. Dulunya hotel ini bernama Pension van Rhijn.

Rumah Bosscha

13. Rumah Bosscha

Rumah kediaman Bosscha yang terletak di kawasan Perkebunan Teh Malabar ini sekarang telah difungsikan sebagai sebuah hotel. Selain dua kamar yang berada di dalam rumah, pihak PTPN VIII sebagai pengelola juga membangun beberapa bangunan wisma di sekeliling bangunan Rumah Bosscha.

Data Sejarah :
http://www.wisatabdg.com/2013/02/mengenal-sejarah-hotel-hotel-di-bandung.html
http://nila12.blogspot.co.id/2008/04/sejarah-bumi-sawunggaling.html

Baca juga: Wisata Pangalengan: Satu Hari Menyusuri Jejak Bosscha di Perkebunan Teh Malabar Bandung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here