Beranda Berita Siaran Berita Terbaru (Asian African Carnival 2015)

Siaran Berita Terbaru (Asian African Carnival 2015)

640

Bandung, March 31st, 2015. The looming day of a grand event is near. Three weeks is quite imminent for us to anticipate, as the Asian African Carnival 2015 is right at the gate of the 60th commemoration day of the Asian African Conference. The City Hall where all the coordination tables endure high turnovers from one activity to another becomes the center point of all decisions, although the leading sector is still at the hand of the Department of Culture and Tourism of Bandung City.

There has been a promising development, where activities have grown to a number of sixty (60) plus. Each district in Bandung, thirty (30) of them, will present local cultural events. The rest are organized under various institutions such as the Asian African Conference Museum, Department of Informatics and Communication of Bandung, Department of Trade and Industry of Bandung, non-government institutions, and others. Several of them are:

  1. Asian African Flag Display
  2. Environmentally Friendly Action
  3. Asian African Solidarity Fun Run
  4. Solidarity Day
  5. Bandung Craft & Art Expo
  6. Smart City Summit
  7. Asian African Meet & Greet
  8. Bandungland Festival
  9. Angklung for The World (20,000 angklung players for Guinness World Records)
  10. Asian African Music & Costume Parade
  11. International NGO Summit
  12. Festival of Nations
  13. Creative Cities Conference
  14. Asian African Student Conference
  15. West Java Cultural Festival

The above events are there to enhance the main event, Asian African Carnival 2015 in order to boost visit to the city center and its vicinities. Braga area, Asia African Boulevard, Bandung Square and Grand Mosque, City Hall, Dago area, and other popular destinations are targeted to be more distinguished to visitors. Until the end of March 2015, there have been 24 nations sending their confirmation statements to participate in the grand events. Despite the registration deadline has been concluded on March 31st 2015, a few delegations from several provinces and nations have requested extra time to register due to their delegation arrangements. This has shown evidences that the events pose particular appeals to many.

The following are the nations planning to be in Bandung on the week-full events:

  1. People’s Republic of China (Shenzhen and Liuzhou)
  2. South Korea (Suwon and Korean Cultural Center)
  3. Japan (Hamamatsu)
  4. Thailand
  5. Iran
  6. United States of America (Fort Worth)
  7. South Africa
  8. India
  9. Afghanistan
  10. Srilanka
  11. Turkey
  12. Pakistan
  13. Zimbabwe
  14. Cuba
  15. Italy
  16. Bangladesh
  17. The Philippines
  18. Cambodia
  19. Myanmar
  20. Nigeria
  21. France
  22. Lebanon
  23. Jordan
  24. Palestine

Other delegations come from Indonesia’s provinces such as Bali, Central Java (Solo and Yogyakarata), South Sumatra, and East Java (Kediri).

Bandung is embarking on widening the avenue to market itself as one of the most favored urban tourism in Indonesia. The mayor, Ridwan Kamil, even further pushed the city to become the most prominent creative city and urban tourism destination. MICE will be one of the strongest instruments to promote other substantial sectors. The events are by all means aspects under his meticulous attention. He has been assembling Bandung’s volunteer group named ‘Relawan KAA’ or ‘Asian African Carnival Volunteers’ and momentarily reaching an astounding number of 15,500 volunteers. They are channeled into several functions such as safety and security, city clean ups, traffic controllers, information services, and participants. The Department of Cultural and Tourism of Bandung has as well selected liaison officers (LOs) for special assignment.

Hospitality industry sectors are amplifying their marketing strategies to optimally seize potential market brought immensely by the events staging. Some have developed trip packages to several points of interest in the city and its vicinities, and some others simply honing their unique menus on the kitchen tables. Hotels are also offering benefits and competitive rates. Bandung is expected to gain economic advantages, both for short-term and long-term development.

“The clock is ticking and we are amplifying our pace to gain the best advantage,” stated Kenny D. Kaniasari, the Chief of Marketing of the Department of Cultural and Tourism Department of Bandung. She has been working with the steering committee members to guide the executive committee and organizing committee members to ensure the success of the festivities (nke)

Bandung, 31 Maret, 2015. Hanya 3 (tiga) minggu lagi, pekan perayaan peringatan ke-60 Konferensi Asia Afrika di Kota Bandung akan dimulai. Berbagai persiapan oleh Pemerintah Kota Bandung terus digerakkan termasuk oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang menjadi leading sector untuk menyelenggarakan kemeriahan perayaan ini. Dari 6 kegiatan yang awalnya dikoordinasi oleh Disbudpar bersama panitia pengarah, eksekutif, dan penyelenggara, kini kegiatan-kegiatan yang juga dikelola oleh setiap kecamatan di Kota Bandung yang berjumlah 30 kecamatan, kegiatan yang diselenggarakan dinas lain, komunitas di Kota Bandung, dan termasuk Museum Konferensi Asia Afrika, disatukan dalam kerjasama penyelenggaraan yang terpusat di satu tempat wadah informasi menjadi 60 lebih kegiatan.

Beberapa kegiatan besar selain kegiatan-kegiatan pemeran dan gelar pesta rakyat di tiap kecamatan adalah berikut ini, diantaranya:

  1. Pawai Bendera Asia Afrika
  2. Kegiatan Peduli Lingkungan
  3. Asian African Solidarity Fun Run
  4. Solidarity Day
  5. Bandung Craft & Art Expo
  6. Smart City Summit
  7. Asian African Meet & Greet
  8. Bandungland Festival
  9. Angklung for The World (20,000 pemain angklung Guinness World Records)
  10. Asian African Music & Costume Parade
  11. International NGO Summit
  12. Festival of Nations
  13. Creative Cities Conference
  14. Asian African Student Conference
  15. Festival Budaya Masyarakat Jawa Barat

Sudah barang tentu kegiatan-kegiatan ini tujuannya adalah menyemarakkan perayaan besar ini, dimana pemusatan kegiatan tetap ada di sekitar destinasi wisata populer di Kota Bandung, yaitu sekitar Braga, Asia Afrika, Alun-alun Bandung, Balai Kota, Dago, dan juga di mall-mall terkemuka, selain juga disebarkan di setiap kecamatan, terutama di kecamatan yang menjadi jalur para tamu menuju Kota Bandung.

Hingga hari terakhir di bulan Maret 2015, sudah didata sebanyak 21 negara terdaftar dan memberikan konfirmasi akan bergabung dengan Asian African Carnival 2015. Kendati pun telah ditutup pendaftarannya, beberapa daerah masih meminta perpanjangan karena mereka pun masih memilih delegasi yang akan dikirimkan ke Kota Bandung. Negara-negara yang terdaftar ialah:

  1. Republik Rakyat China (Kota Shenzhen dan Kota Liuzhou)
  2. Korea Selatan (Suwon dan Pusat Budaya Korea)
  3. Jepang (Hamamatsu)
  4. Thailand
  5. Iran
  6. Amerika Serikat
  7. Afrika Selatan
  8. India
  9. Afghanistan
  10. Srilanka
  11. Turki
  12. Pakistan
  13. Zimbabwe
  14. Kuba
  15. Italia
  16. Bangladesh
  17. Filipina
  18. Kamboja
  19. Myanmar
  20. Nigeria
  21. Perancis
  22. Lebanon
  23. Yordania
  24. Palestina

Dengan memajukan portal pendaftaran di www.asianafricancarnival.com sebagai portal resmi berita kegiatan dan registrasi, diharapkan Kota Bandung sebagai destinasi wisata MICE dan wisata perkotaan (urban tourism) dapat terus diperkuat. Selain pendaftaran melalui online sebagai penindaklanjutan undangan kepada para delegasi, diupayakan juga pendaftaran secara manual dengan menyebarkan format pdf agar peserta nyaman dengan pilihan pendaftaran yang sesuai dengan kebiasaan di negara masing-masing.

Selain dari luar negeri, peserta dalam negeri pun terus berdatangan seperti dari Bali, Surakarta, Yogyakarta, Sumatera Selatan, dan Kediri. Daerah lain yang sedang melanjutkan proses pendaftaran pun terus memohon perpanjangan waktu. Peserta dari Kota Bandung pun akan dilibatkan terutama para relawan yang saat ini akan dibagi fungsinya menjadi beberapa fungsi yang diperlukan oleh penyelenggara kegiatan, seperti keamanan, kebersihan kota, ketertiban lalu lintas, pemandu wisata, sosial media, dan partisipan kegiatan yang memerlukan kepesertaan yang massif.

Persiapan oleh panitia semakin ketat. Program acara semakin rapih dan dimatangkan, walau beberapa hal yang terkait tempat menjadi tantangan karena dalam pekan pertengahan di bulan April 2015 puluhan kegiatan semakin memuncak kuantitasnya. Dari aspek penyiapan fasilitas dan layanan bagi peserta pun semakin disempurnakan. Liaison officer akan dibekali dari puluhan yang sementara disediakan. Semua VIP yang datang akan dilayani oleh LO yang mahir berkomunikasi dan berbahasa asing. Perizinan dan berbagai aspek keamanan, kebersihan, dan keindahan kota terus dilengkapi.

Industri-industri jasa dan perjalanan nampak semakin menyadari akan potensi kunjungan wisatawan yang hadir dalam acara ini sehingga beberapa paket perjalanan ke daerah lain dan di dalam Kota Bandung pun nampak dipersiapkan. Restoran dan hotel semakin menyadari potensi dan dampak perekonomian dari acara ini, sebagai jawaban alternatif dari peraturan yang mengurangi revenue industri perhotelan terutama saat kegiatan pemerintahan dibatasi di lingkungan hotel. Dengan adanya penyelenggaraan acara besar ini, tamu mancanegara dan domestic diharapkan akan meningkatkan kekosongan revenue yang sempat diberitakan menjadi issue penting dan perlu jalan keluar bagi pengusaha akomodasi.

Destinasi wisata di Kota Bandung dan sekitarnya semakin terbuka bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara. Beberapa destinasi yang patut dikunjungi ialah kawasan belanja busana di jalur Dago, Riau, Cihampelas, dan Pasar Baru, kawasan kuliner di Setiabudi, Cihampelas, Pasirkaliki, dan Alun-alun, dan Braga, kawasan heritage di Asia Afrika, Pecinan, dan Balai Kota, taman-taman di kawasan Dago hingga Riau, kawasan kreatif di Suci dan Cibaduyut, kawasan seni budaya di Padasuka dan Babakan Siliwangi, kawasan wisata alam di Lembang, Cihideung, Cisarua, Pangalengan, Ciwidey, Kamojang, Dago Atas, hingga Ciater.

“Dengan semakin pendeknya waktu yang tersedia, kami terus mempercepat langkah pekerjaan dan tidak mengurangi semangat untuk mensukseskan acara besar ini,” jelas Kenny D. Kaniasari, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung saat mengikuti rapat koordinasi bersama panitia eksekutif dan pengarah siang ini di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung. “Semoga semua upaya yang dikerahkan oleh masyarakat, panitia yang terdiri dari komponen masyarakat dan juga industri serta professional dan akademisi, juga pemerintah ini dapat terus dikembangkan dan dipererat sebagai simbol sinergi dan kolaborasi yang kokoh dari Kota Bandung bagi dunia,” tambahnya.