Beranda Lembang Pengalaman Seru Mengunjungi Observatorium Bosscha di Lembang

Pengalaman Seru Mengunjungi Observatorium Bosscha di Lembang

474
Teropong Refraktor Ganda Zeiss Menjadi Daya Tarik Utama Observatorium Bosscha

Karel Albert Rudolf Bosscha merupakan sosok yang memberikan pengaruh besar bagi perkembangan Bandung Raya secara umum. Dari beberapa literatur yang didapat, pengaruhnya itu dituangkan dengan banyak cara. Entah itu dengan ilmu pengetahuannya, dengan peninggalan-peninggalan bersejarahnya, sampai dengan kedermawanannya. Salah satu peninggalannya yang cukup populer adalah Observatorium Bosscha yang terletak di kawasan Lembang, Bandung. Di observatorium yang merupakan observatorium tertua di Asia ini kita bisa mendapatkan berbagai pengalaman seru dan banyak wawasan seputar astronomi.

Observatorium Bosscha merupakan lembaga riset yang kini berada di bawah naungan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung (FMIPA ITB). Bersama dengan Program Studi Astronomi dan FMIPA ITB, Observatorium Bosscha menjadi pusat penelitian, pendidikan, dan pengembangan ilmu astronomi di Indonesia.

Biasanya yang berkunjung ke Observatorium Bosscha adalah rombongan dari sekolah-sekolah atau dari rombongan khusus yang sudah jauh-jauh hari mempersiapkan kedatangannya. Observatorium Bosscha ini biasanya akan sangat ramai ketika terjadi sebuah peristiwa langit yang dapat terlihat langsung dari bumi, seperti halnya gerhana matahari total yang terjadi pada bulan Maret 2016 lalu. Namun, untuk kamu yang akan berkunjung perorangan pun tentu saja diperkenankan.

Untuk rombongan besar yang mencapai ratusan orang, kalian bisa datang di hari Selasa sampai dengan Jumat dengan waktu yang sudah ditentukan. Sedangkan yang datang secara perorangan, hari Sabtu menjadi waktu yang tepat untuk mengisi akhir pekan kamu. Atau agar lebih rinci, kalian dapat menghubungi langsung pihak Observatorium Bosscha melalui surat resmi ataupun menelepon ke (022) 278 6001.

Ada dua program kunjungan yang bisa kamu pilih, yakni kunjungan siang atau kunjungan malam. Namun, untuk kunjungan malam jadwalnya mesti disesuaikan karena hanya ada pada 4 malam per bulan. Hanya pada bulan April sampai Oktober di pukul 17.00-20.00 WIB lah kamu bisa mengunjunginya. Info mengenai jadwalnya dapat diakses melalui http://bosscha.itb.ac.id .

Dalam kunjungannya, kamu dapat masuk ke dalam bangunan kupel yang rancangannya berbentuk seperti setengah bola. Di dalamnya, kamu akan mendapat penjelasan cara kerja teleskop refraktor ganda zeiss yang berukuran besar. Selain itu, kamu juga bisa mengunjungi ruangan multimedia yang berada tak jauh dari bangunan kupel.

Observatorium Bosscha yang Berbentuk Kubah Setengah Bola

Kamu yang akan berkunjung ke tempat ini secara rombongan atau pun perorangan perlu memperhatikan beberapa peraturan yang telah ditentukan, di antaranya: tepat waktu, datang sesuai jumlah yang terdaftar, menjaga kebersihan dan ketertiban, tidak mengadakan kegiatan makan bersama di kompleks observatorium, serta untuk kunjungan malam tidak diperbolehkan memotret menggunakan lampu flash.

Untuk biaya kunjungan sendiri terhitung murah, karena hanya dengan membayar sejumlah Rp15.000 kamu akan mendapatkan pengalaman dan juga pengetahuan akan dunia astronomi dan sejarah Bosscha secara garis besar.

Bagi kamu yang ingin berkunjung ke Observatorium Bosscha, kamu bisa menggunakan akses menuju arah Jalan Setiabudi yang diteruskan ke arah Lembang untuk kemudian masuk lewat Jalan Peneropongan Bintang.

Baca juga: Top 8 Wisata Alam Lembang, Bandung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here