Beranda Berita Peluncuran BANDUNG FASHION WORKS 2019 di Distrik Kreatif Tourisme Bandung Broadway

Peluncuran BANDUNG FASHION WORKS 2019 di Distrik Kreatif Tourisme Bandung Broadway

185
Malam Pembukaan Bandung Broadway pada tahun 2018 lalu.
Belanja di toko YourBandung, kuy ^.^

Bandung Fashion Works merupakan suatu eksibisi untuk menanamkan benih ekosistem ekonomi kreatif sub-sektor fashion yang akan membuahkan dampak ekonomi lokal yang positif bagi masyarakat Kota Bandung, sejalan dengan karakter lokal Kota Bandung (cultural heritage tourism) yang dipasarkan di dunia pariwisata (Creative Tourism). Peluncuran Bandung Fashion Works 2019 “BFWorks 2019” merupakan sebuah movement untuk mempersiapkan masyarakat fashion di Kota Bandung yang berdaya banding dan berdaya saing di ajang Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Ini adalah sebuah program serius yang telah direncanakan untuk mengambil peluang dan menghadapi tantangan kesepakatan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) /ASEAN Economic Community (AEC). Seluruh negara anggota ASEAN telah menyepakati perjanjian ini, tidak terkecuali Indonesia, dimana MEA dirancang untuk mewujudkan Wawasan ASEAN 2020.

Disbudpar melalui bidang ekonomi kreatif me-launching kegiatan Bandung Fashion Works agar dapat menjadi eksibisi reguler (calendar of event) yang akan diselenggarakan di setiap tahun. Launching Bandung Fashion Works di tahun 2019 akan mulai mengkampanyekan Zero-Waste Fashion sebagai suatu bentuk perhatian dari dunia fashion terhadap kondisi lingkungan, khususnya di Kota Bandung. Selain itu, tren sustainable fashion sudah menjadi isu yang terus dipromosikan di dunia fashion internasional. Program Zero-Waste fashion akan di-inkubasi-kan kepada seluruh pelaku fashion di Kota Bandung sebagai langkah maju menuju eco-fashion dan sekaligus komitmen bersama yang tentunya juga akan berdampak kepada peningkatan value para pelaku yang diharapkan dapat berdampak kepada peningkatan kualitas ekonomi, budaya dan pariwisata, khususnya di Kota Bandung.

Peluncuran Bandung Fashion Works 2019 diikuti oleh lebih dari 50 perancang busana yang telah diinkubasi melalui kegiatan Patrakomala Coffee Club dan telah tergabung di dalam beberapa komunitas fashion yang terdapat di Kota Bandung. Selain itu, terdapat 24 runway model binaan baru dan 24 Make Up Artist yang terus akan diinkubasi setelah eksibisi dilakukan. Launching Bandung Fashion Works juga melibatkan 24 professional runway models dan 18 model anak yang turut diinkubasi agar dapat bersama-sama memajukan ekosistem fashion di Kota Bandung.

Lebih dari 300 desain busana yang akan diperagakan, termasuk Fashion Parade Sayembara Batik Bandung untuk mempromosikan kreatifitas tradisi Batik Bandung yang pada saat ini sayembara tersebut tengah dilakukan dan akan diperagakan di dalam launching Bandung Fashion Works oleh beberapa pejabat struktural di Kota Bandung. Launching Bandung Fashion Works akan melibatkan lebih dari 100 (seratus) personil committee dari unsur pentahelix yang telah mengundang 1.000 (seribu) buyers dan secara khusus dilibatkan oleh para fashion designer dan telah menjadi captive market, termasuk potential buyers yang mendaftar secara online melalui website Patrakomala dan RSVP ke nomer whatsapp yang telah disediakan oleh committee.

Bandung Fashion Works akan berlangsung selama tujuh (7) hari, berawal dari tanggal 27 Juli 2019 hingga 3 Agustus guna melingkupi ekosistem kreatif di Kota Bandung yang tidak dapat terpenuhi dalam waktu 1 (satu) hari saja, dimulai dari aktivitas fashion runway di Jalan Braga Pendek hingga aktivitas fashion music di dalam Gedung Majestic, Jalan Braga No. 1. Aktivitas Fashion Runway dengan panggung sepanjang 30 meter harus dilakukan secara outdoor guna menghasilkan showcase yang menarik, sambil mempersiapkan distrik Bandung Creative Belt (BEAT) Bandung Broadway yang akan dilaunching pada tahun 2020. Aktivitas Fashion Music dilaksanakan secara indoor di dalam gedung Majestic melalui seni pertunjukan musik yang akan memperlihatkan fashion trend yang ada dan digunakan oleh para musisi. Sehingga dapat memperlihatkan bahwa fashion sangat mempengaruhi industri di dalam dan di luar fashion itu sendiri, khususnya di dunia seni musik.

Suasana di dalam Gedung Majestic.

Bandung Broadway direncanakan akan menjadi salah satu distrik kreatif turisme yang sekaligus mencoba untuk merevitalisasi aktivitas Broadway Kota Bandung yang terdapat di kawasan Braga. Jalan Braga menjadi saksi berdirinya gedung Majestic, gedung bioskop pertama di Tanah Air (berdiri pada tahun 1925 oleh arsitek Schoemaker). Dulunya, gedung ini dipakai sebagai tempat pemutaran film. Tepat di seberang gedung Majestic terdapat gedung Sarinah (saat ini Hotel deBraga by Artotel). Dulunya gedung ini dinamakan Onderling Belang yang menyajikan mode dari Belanda. Uniknya, pada masa itu koleksi pakaian paling update ada di Bandung. Tak heran jika borjuis Eropa sering berbelanja ke Braga. Onderling Belang bersaing ketat dengan toko Au Bon Marche yang berkiblat ke Paris.

Launching Bandung Fashion Works telah melibatkan berbagai unsur di dalam pentahelix, antara lain:

  • 5 (lima) perancang busana yang berasal dari 4 (empat) institusi pendidikan formal / akademisi, antara lain Islamic Fashion Institute (IFI), Universitas Maranatha, Universitas Muhammadyah, dan STT Textile.
  • 2 (dua) perancang busana yang berasal dari asosiasi fashion yaitu Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) dan Ikatan Perancang Busana Muslim (IPBM). Termasuk pelaku usaha Pariwisata yang terdiri dari De Majestic, Hotel deBraga by Artotel dan Hotel Ibis Style Braga.
  • 43 (empatpuluh tiga) perancang busana yang berasal dari tiga (3) komunitas, antara lain 3 (tiga) perancang busana dari Komunitas Bandung Creative Club (BCC), 10 (sepuluh) perancang busana dari Komunitas Bandung Fashion Society (BFS), dan 30 (tigapuluh) perancang busana dari komunitas Fesyen Muslim (Fesmus). Terdapat pula 5 (lima) perancang busana yang berasal dari luar Kota Bandung, antara lain 1 (satu) perancang busana yang berasal dari Malaysia, 3 (dua) perancang busana yang berasal dari luar Kota (Lampung dan Jakarta), 1 (satu) perancang busana anak yang berasal dari Kota Bandung.
  • Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung yang berperan sebagai fasilitator melalui Bidang Ekonomi Kreatif dan didukung oleh dinas-dinas terkait dalam penyelenggaraannya, antara lain Dinas Pekerjaan Umum, Dinas kesehatan, Dinas Kebersihan, Dinas Pemadam kebakaran Kota Bandung, Termasuk satuan Koramil, Polrestabes Kota Bandung dan Polsek serta Kecamatan, Kelurahan, RT/RW setempat. Terdapat juga pejabat struktural di Pemkot Kota Bandung yang akan memperagakan desain Batik Bandung yang saat ini tengah disayembarakan.
  • Media-media elektronik (Televisi Lokal dan Radio Lokal) dan media cetak, termasuk Generasi Pesona Indonesia Jawa Barat (GenPI) sebagai salah satu komunitas yang terlibat dalam mempromosikan Launching Bandung Fashion Works 2019, tidak terkecuali promosi melalui media-media online lain, salah satunya melalui instagram @bandungbroadway. Indonesian Tourism Journalist Assosiation (ITJA) turut berperan serta dalam mensosialisasikan movement ini.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung mengucapkan terimakasih atas segala dukungan yang telah diberikan oleh berbagai stakeholder pentahelix yang telah terlibat. Mulai dari akademisi, sektor bisnis/ asosiasi bisnis fashion, komunitas fashion, pemerintah terkait dan media massa. Kerjasama (teamwork) pentahelix sangat dibutuhkan dengan melihat sudut pandang ekonomi kreatif Kota Bandung yang berpotensi untuk berperan dalam pengembangan Creative Tourism di Kota Bandung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here