Beranda Bandung Kota Nostalgia Bersama Aneka Mainan Jadul di Museum Barli Bandung

Nostalgia Bersama Aneka Mainan Jadul di Museum Barli Bandung

206
Koleksi Mainan Jadul di Museum Barli Bandung

Bagi Anda yang mengalami masa kecil pada tahun 80 dan 90an, pasti sudah tak asing lagi dengan komik “Deni Manusia Ikan” buatan Scott Goodall dan John Stokes yang diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Walau sudah lama sekali tidak beredar di toko buku, kini komik yang pertama kali tayang berseri di majalah Bobo tersebut dapat Anda temukan di Museum Barli Bandung. Tak hanya dapat bernostalgia dengan aneka judul komik jadul, di sini Anda juga dapat menjumpai mainan-mainan klasik yang pernah diproduksi pada era sebelum game internet mulai meraja.

Awalnya, Museum Barli yang berdiri pada tahun 1992 ini hanya memamerkan karya-karya hasil buah tangan seniman Barli Sasmitawinata, mulai dari beragam jenis lukisan, hingga karya seni patung. Namun, setelah museum ini dikelola oleh keturunannya yakni Adit Barli, salah satu koridor ruangan dari museum ini pun disulap menjadi sebuah museum mainan yang memajang ratusan koleksi pribadi dari masa kecilnya.

Galeri Seni Rupa di Museum Barli

Bukan cuma satu jenis mainan saja, di ruangan galeri mainan ini juga terdapat berbagai macam mainan yang terbagi ke dalam beberapa bagian. Bila saat pertama masuk kita akan disajikan ratusan komik berseri dan kartu kuarter bergambar, maka di bagian lainnya kita dapat melihat aneka action figure dari film-film ternama serta beberapa mesin video game portable. Di ujung ruangannya nanti, kita juga bisa menemukan mainan mobil-mobilan yang bisa dikendarai dengan cara dikayuh. Selain galeri seni rupa dan koleksi mainan, Museum Barli ini juga memiliki sanggar kesenian yang terletak di ruang tengah bangunan. Materi yang diajarkannya mulai dari seni lukis hingga seni keramik.

Bagi Anda yang penasaran untuk melihat langsung koleksi yang dimiliki Museum Barli, Anda bisa langsung datang ke Jl. Prof. Dr. Sutami No. 91 pada hari Senin hingga Sabtu. Untuk harga tiket masuknya sendiri sangatlah terjangkau, yakni Rp15.000 untuk pengunjung dewasa, dan Rp10.000 untuk pengunjung pelajar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here