Beranda Acara Mengenal Lebih Dekat Budaya di Kampung Adat Cireundeu

Mengenal Lebih Dekat Budaya di Kampung Adat Cireundeu

232
Prosesi Upacara Adat Tutup Taun di Kampung Adat Cireundeu pada Sabtu (6/10) siang.

Budaya sangat erat kaitannya dengan identitas dari satu kaum maupun dari sebuah daerah. Oleh karena itu, budaya menjadi sangatlah penting untuk dilestarikan dalam rangka menunjukkan suatu ciri dan keistimewaan dari golongan tertentu, tak terkecuali dengan suku Sunda. Suku yang mayoritasnya mendiami wilayah di Jawa Barat ini memiliki ragam kebudayaan yang sangat kaya. Hal ini dapat tercermin dari pakaian, kesenian, acara, serta perkampungan adatnya yang masih dapat dijumpai tersebar di beberapa daerah, salah satunya adalah Kampung Adat Cireundeu. Kampung yang secara administratif berada di Kota Cimahi tersebut baru saja menggelar acara tutup taun pada 4-6 Oktober 2018 lalu. Selain memiliki tujuan seremonial sebagai penanda pergantian tahun Saka sunda, acara ini juga diharapkan dapat mengenalkan lebih dekat budaya di Kampung Adat Cireundeu kepada masyarakat dan wisatawan.

Baca juga: Mengenal Wisata Kampung Adat di Bandung Raya

Pada dasarnya, upacara tutup taun yang dilakukan oleh warga Kampung Adat Cireundeu diselenggarakan juga di seluruh kampung adat di Jawa Barat dengan nama Seren Taun. Waktu pelaksanaannya sendiri sengaja dibuat tidak langsung berbarengan pada satu tanggal, agar masing-masing perwakilan dari kampung adat lainnya dapat ikut hadir saat satu kampung adat mengadakan Seren Taun. Biasanya, Kampung Adat Cireundeu ini mendapat jatah jadwal terakhir dalam penyelenggaraan prosesi upacara, maka dari itu, acaranya pun diberi nama tutup taun.

Sama halnya dengan ritual Seren Taun di tempat lain, dalam acara Tutup Taun di Kampung Adat Cireundeu pun agenda utamanya adalah menyerahkan hasil bumi yang telah dicapai sebagai bentuk wujud syukur kepada yang maha kuasa atas segala karunia yang didapat selama satu tahun. Selain prosesi upacara adat, beragam kesenian seperti pencak silat, calung, jaipongan, wayang golek, serta tarawangsa pun ditampilkan untuk menghibur warga dan pengunjung yang hadir.

Salah satu penampilan kesenian yang dipertunjukan dalam prosesi tutup taun Kampung Adat Cireundeu.

Dari segi ciri fisik bangunan, Kampung Adat Cireundeu ini memang sudah tak memiliki satupun rumah adat yang tersisa, namun ada hal menarik lainnya yang dimiliki oleh kampung ini, yakni tradisi kuliner. Sudah sejak lama warga Kampung Adat Cireundeu tidak mengkonsumsi nasi dari beras padi untuk makanan pokoknya. Sebagai gantinya, mereka membuat beras yang dibuat dari singkong yang kemudian mereka beri nama Rasi. Salah satu alasan pemilihan singkong sebagai pengganti beras adalah karena kadar gula yang terdapat dalam singkong lebih rendah, sehingga lebih baik untuk kesehatan. Selain itu, singkong merupakan komoditas yang tidak akan banyak terganggu oleh adanya inflasi. Maka, bila suatu hari nanti harga beras melambung tinggi karena masalah perekonomian negara, pangan di kampung tersebut akan tetap terjaga.

Kreativitas warga Kampung Adat Cireundeu tak hanya berhenti pada penciptaan Rasi, beberapa produk makanan unik yang bahan utamanya terbuat dari singkong pun terus mereka coba kreasikan, mulai dari dendeng kulit singkong, cheese stick singkong, hingga egg roll singkong. Produk-produk tersebut sudah dapat dicicipi dengan membelinya seharga Rp15.000/bungkus. Anda dapat membelinya pada acara tutup taun ataupun dengan mendatangi bale desa pada hari-hari biasa.

Anda dapat mengunjungi Kampung Adat Cireundeu dengan mengaksesnya melalui Jl. Leuwi Gajah, Kota Cimahi, lalu berbelok di Jl. Kerkhof. Cari Jl. Saptadaya di kiri jalan, dan ikuti jalur hingga menemukan plank nama Kampung Cireundeu.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here